Beranda » Artikel Blog » Didi Kempot Father Of Broken Heart

Didi Kempot Father Of Broken Heart

Diposting pada 9 Mei 2020 oleh admin | Dilihat: 118 kali

Didi Kempot Father Of Broken Heart

Didi Kempot Father Of Broken Heart

Didi Kempot Father Of Broken Heart

Publik mengenal Didi Kempot sebagai maestro campursari dan penulis lagu yang populer, ia memulai karirnya sebagai musisi jalanan di kota Surakarta sejak 1984 hingga 1986, kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada 1987 hingga 1989. Nama panggung Didi Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta.

Hampir sebagian lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan. Alasan sengaja memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat, juga menjadi alasan Didi Kempot menggunakan nama-nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Kini Didi Kempot banyak diminati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri mereka sebagai “Sad Boys” dan “Sad Girls” yang tergabung dalam Sobat Ambyar dan mendaulat Didi Kempot sebagai “Godfather of Broken Heart” dengan panggilan “Lord Didi”. Julukan itu berawal dari lagu-lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati.

1984–1986: Awal karier

Didi Kempot memulai kariernya pada 1984 sebagai musisi jalanan. Dengan alat musik ukulele dan Kendhang , Didi Kempot mulai mengamen di kota kelahirannya, Surakarta, selama tiga tahun.

1987–1989: Mengadu nasib di Jakarta

Pada 1987 Didi Kempot memulai kariernya di Jakarta. Ia kerap berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen. Dari situ, julukan “Kempot” yang merupakan kependekan dari “Kelompok Pengamen Trotoar” terbentuk – yang menjadi nama panggungnya hingga saat ini.

Sembari mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya mencoba rekaman. Kemudian, mereka menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian label Musica Studio’s. Tepat di tahun 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah “Cidro”.

Lagu “Cidro” diangkat dari kisah asmara Didi yang pernah gagal. Jalinan asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut. Itulah yang membuat lagu “Cidro” begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan. Sejak saat itulah Didi Kempot mulai sering menulis lagi bertema patah hati.

1993–1999: Awal kesuksesan

Stasiun Balapan Solo, yang menjadi latar tempat lagu “Stasiun Balapan” – menceritakan perpisahan terhadap seseorang yang akan pergi menggunakan kereta api. Karya ini membuat Didi diangkat menjadi Duta Kereta Api Indonesia oleh PT KAI.

Pada 1993, Didi Kempot mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname. Lagu “Cidro” yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname.

Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul “Layang Kangen” di Rotterdam, Belanda. Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi. Tak lama setelah pulang kampung—pada awal era reformasi—ia mengeluarkan lagu berjudul “Stasiun Balapan”.

Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat kariernya semakin populer. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya lagu-lagu baru di awal 2000-an.

Didi Kempot kembali terkenal setelah mengeluarkan lagu berjudul “Kalung Emas” pada 2013 dan “Suket Teki” pada 2016. Lagu tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia.

Pada tanggal 11 April 2020, ia menggelar konser live streaming dari rumah, dan mengumpulkan donasi sebesar Rp7,6 miliar untuk melawan COVID-19 Pada tanggal 1 Mei 2020, ia merilis lagu berjudul “Ojo Mudik” (Jangan Mudik), meminta para penggemarnya agar tidak kembali ke kampung halaman selama musim liburan Idul Fitri untuk mencegah Penyebaran coronavirus meluas.

Kontroversi

Didi Kempot sebagai Penulis Lagu mengatakan bahwa ia tidak menolak jika lagu-lagunya dibawakan ulang oleh penyanyi lain selama penyanyi tersebut meminta izin padanya karena setiap karya yang ia hasilkan memiliki hak cipta. Ia menganalogikan bahwa seseorang yang membawakan ulang sebuah lagu tanpa izin pihak pencipta sama dengan mencuri karya orang lain. Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima royalti dari perihal tersebut.

Didi mengatakan, banyak musisi yang sudah tidak mengerti bagaimana menghargai hak cipta seseorang. Sebagai penulis lagu dan penyanyi, ia juga merasa dirugikan karena pembawa ulang lagu mendapat royalti – sedangkan pencipta karya tidak mendapatkannya.

Kematian

Didi Kempot meninggal dunia pada 5 Mei 2020 pukul 07.45 WIB dalam usia 53 tahun di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta akibat henti jantung. Ia sempat mengalami sakit panas pada hari sebelumnya. Jenazah Didi Kempot dimakamkan pada hari itu juga pada pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur – berdekatan dengan makam anak sulungnya.

 

 

Didi Kempot Father Of Broken Heart | Grosiran Solo

Komentar dinonaktifkan: Didi Kempot Father Of Broken Heart

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Sepeda Road Bike Import EuroBike Model 3 21 Speed

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sepeda Road Bike Import EuroBike Model 3_21Speed Rp 4.045.000
Pre Order
Rp 4.045.000
Pre Order
OFF 27%
Quick Order
Grosir Mainan Lego Import Murah Balok

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Mainan Edukasi Grosiran Solo *Mulai Rp 60.000
Ready Stock / GSM101
*Mulai Rp 60.000
Ready Stock / GSM101
Sabuk Kulit Import Berkualitas

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sabuk Kulit Import Berkualitas Rp 72.000
Pre Order / GSG 104
Rp 72.000
Pre Order / GSG 104
SIDEBAR

Legalitas Perusahaan

PT. MAHA KARYA DIGITAL

NIB : 0220306891541.

SIUP : 0220306891541.

NPWP : 92.129.548.1-532.000.

SKM : AHU-0033005.AH.01.01.2019.

Alamat

Toko sekaligus Gudang Grosiran Solo berada di Jl. Palur-Bekonang KM 1, Jatimalang RT 01/01. Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Solo Jawa Tengah 57554

Customer Service
WA/ Telegram : 081 666 4505